PERBANKAN SYARIAH DI MASA COVID-19 DI INDONESIA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PERBANKAN SYARIAH DI MASA COVID-19 DI INDONESIA
Sejak covid-19 melanda bumi Pertiwi kita ini, bukan hanya dalam segi kematian yang meresahkan pemerintahan serta masyarakat. Namun juga sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat Indonesia.
Selama masa pandemi masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah karena takut terinfeksi virus, oleh karena itu segala kegiatan di luar rumah otomatis terhenti serta usaha dan segala bentuk pekerjaan benar-benar terhenti. Pendapatan masyarakat juga menurun drastis.
Sebisa mungkin pemerintah juga ikut serta membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat dengan menyalurkan dana sosial ke berbagai daerah yang sudah terkena virus covid-19.
Dalam hal ini, sedikit banyaknya peran bank syariah sangat berpengaruh terhadap keterpurukan ekonomi di Indonesia, dengan berbagai produk dan pelayanan yang di tawarkan oleh bank syariah benar-benar berpengaruh dalam perekonomian masyarakat. Seperti produk berikut :
1. Rhan (gadai)
Rhan adalah menahan salah satu harta milik si peminjam atas pinjaman yang di terimanya atau dapat di sebut dengan gadai. Gadai yang di maksud dalam produk bank syariah ini tentu saja berbasis syariah dan tanpa memberatkan si peminjam. Dan ini sangat membantu masyarakat
2. Tabungan Syariah
Tabungan adalah simpanan yang penarikannya melalui beberapa ketentuan yang sudah di jelaskan oleh pihak bank pada nasabah. Sarana penarikannya bisa menggunakan buku tabungan,ATM,slip penarikan dan juga melalu metode canggih lain misalnya internet banking. Ciri has tabungan syariah adalah menerapkan akad wadi’ah, yang artinya tabungan yang kita simpan tidak mendapatkan keuntungan karena Cuma dititip, tidak ada bunga yang di terima oleh nasabah akan tetapi bank memberikan hadiah atau bonus kepada nasabah.
Dalam segi perkembangan bank syriah selama pandemi tidak mengalami penurunan tetapi mengalami peningkatan seperti yang di kutip dari
Liputan6.com, Jakarta - Di masa pandemi, perbankan syariah di Indonesia menunjukkan tren perkembangan positif. Perbankan syariah tumbuh positif 9,22 persen (yoy) atau Rp 545,39 triliun.
"Walau di tengah pandemi Covid-19, aset perbankan syariah Indonesia pada semester I-2020 mencapai Rp 545,39 triliun, tumbuh 9,22 persen," tulis akun Instagram @ojkindonesia, Jakarta, Rabu (23/9).
Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah juga mengalami peningkatan di semester ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan DPK perbankan syariah yakni Rp 430,209 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2019 yakni Rp 425,29 triliun.
Begitu juga dengan Pembiayaan Yang Disalurkan (PYD) perbankan syariah dalam periode yang sama yakni Rp 377,525 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian pada tahun 2019 yakni Rp 365,125 triliun.
Unit usaha syariah mencatatkan aset di semester I-2020 sebesar Rp 175,45 triliun. DPK dari unit usaha syariah yakni Rp 127,95 triliun dan PYD sebesar Rp 134,16 triliun. Sementara aset dari BPR Syariah tercatat Rp 13,61 triliun dengan DPK Rp 8,89 triliun dan PYD sebesar Rp 10,5 triliun.
Dari kutipan berita yang saya peroleh di masa pandemi bank syariah mengalami peningkatan di banding tahun sebelumnya. Karena dari segi bunga, bank syariah tidak menerapkannya maka dari itu masyarakat juga lebih banyak mamakai pelayanan bank syariah. Bukan hanya itu bantuan dari bank umum syariah juga berpengaruh dalam peningkatan bank syraiah di masa covid-19.
Sekian.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya